Sabtu, 04 Mei 2013

RAJAKU NGAMUK


Ingatanku pergi
Ke masa kecilku yang sepi
Waktu itu, kumenatap sendiri
Sebuah karikatur
Dua orang bermain catur
Satu cerdas, satu terdesak, susah kabur
Satu di atas angin, satu tertiup angin, limbung
Satu masih kuat, satu tinggal raja
Yang tinggal raja kehilangan cara
Akhirnya dia pegang si raja,
Membantingnya kanan kiri
Mengacak-acak papan catur

"Rajaku ngamuk! Rajaku ngamuk"
Sinting!

Yang putus asa, kalah berkata....
Argumennya sepanjang hasta....
Tapi tetap ingin memaksa....
Teror membunuh senjata pamungkasnya

Aku tidak takut
Hanya keningku berkerut
Bagaimana bisa, kok bisa, kenapa bisa.....?????

Lalu mana puisi religiusnya?
Sekedar ceracau ngigau
Atau coretan kurang kerjaan...

Di dalam rumah tangga
Begitulah prilaku KDRT
Sementara istri begitu lihainya mengolah kata
Sang suami terkapar tidak berdaya
Akalnya turun ke dada, memompa jantung
Darah naik, tangan mengacung
Menampar, menyiksa
Kehabisan akal
Teror fisik caranya
"Rajaku ngamuk...Rajaku ngamuk."

Yang merasa aneh
Dana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar