Sabtu, 04 Mei 2013
TUKANG PUISI OTAK BUSUK
Wakililah mereka yang selalu bertopengkan wajah munafik
Yang kerjanya menyusun kata demi citra diri yang baik
Mungkin mereka ingin manusia mengikuti ajarannya
Jadikan tulisannya bak ayat-ayat suci
Sini antarkan untukku secangkir kopi biar kutumpahkan
Lalu tuangkan saja darah, itu lebih menyegarkan
Jangan sok baik, aku tahu di balik itu ada nafsu licik
Jujur saja tak usah malu
Otak busuk penuh belatung, telah ada di banyak orang
Seperti tukang puisi yang gadang semalaman, lalu SUBUH KESIANGAN
Yang bangunnya terkalahkan ayam
Katakan padanya, si penulis puisi sok alim itu, lebih baik jadi musang
Makan saja ayam, dengan bulu dan kotorannya
Huh, memang lebih tampan wajah musang!
Aku jijik melihat mukaku, tapi lebih jijik melihat mukanya
Dan mukamu kulihat dalam cermin, CERMIN PECAH!
Terpecahkan dusta dari kata-kata tak nyata
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar